Geotextile woven vs non woven: mana yang harus dipilih
Geotextile woven dan non woven menyelesaikan masalah yang berlawanan: woven memperkuat dan memisahkan, non woven menyaring dan mengalirkan. Banding kekuatan, permeabilitas dan kelas geotextile supaya spek-nya tepat.
Beda dasarnya
Geotextile woven adalah pita PP/PET pipih atau bulat yang ditenun jadi grid rapat — kuat dalam tarikan, dipakai terutama untuk perkuatan dan separasi di subgrade lemah, jalan kerja dan timbunan. Geotextile non woven adalah serat menerus yang di-needle punch jadi lembar seperti felt; struktur pori terbukanya membuatnya jadi kain untuk filtrasi, drainase dan bantalan. Keduanya bukan dua grade dari satu produk — keduanya mengerjakan pekerjaan berlawanan, dan itu sebabnya orang yang menganggapnya bisa ditukar berakhir gagal.
Kekuatan vs permeabilitas
Kain woven membawa kuat tarik tinggi pada regangan rendah, jadi ia menyebar beban dan menstabilkan tanah lunak — tapi air merayap lewatnya. Non woven membiarkan air mengucur sambil menahan butir halus, itu sebabnya ia ditaruh di bawah geomembran HDPE dan membungkus drain. Aturannya lugas: kalau pekerjaannya memikul beban, pakai woven; kalau pekerjaannya menyaring dan mengalirkan, pakai non woven.
Jenis dan kelas geotextile
Spek bicara dalam jenis dan kelas geotextile, dan labelnya sering bikin orang tersandung. Pada dasarnya cuma ada dua jenis geotextile — woven dan non woven — dan sisanya adalah kelas di dalam masing-masing. Spek jalan AASHTO menilai geotextile sebagai Class 1, 2 atau 3 menurut survivability (Class 1 paling tangguh); di Indonesia spek Bina Marga sering menyebut geotextile separator kelas 1 untuk lapis pemisah subgrade. Kelas-kelas itu menetapkan nilai kekuatan dan tusuk minimum — sendirian mereka tidak menentukan woven atau non woven. Baca kelasnya untuk syarat survivability, lalu pilih konstruksi (woven vs non woven) yang melakukan fungsi sebenarnya.
Aplikasi tipikal
Pakai geotextile woven untuk jalan kerja, parkir alat berat, timbunan di atas tanah lunak dan perkuatan basal. Pakai geotextile non woven untuk drain bawah permukaan, lapis filter di belakang dinding penahan, bantalan proteksi geomembran dan pengendali erosi. Banyak pekerjaan memakai keduanya — woven untuk kekuatan di bawah, non woven sebagai lapis pemisah/filter.
Cara spek-nya
Cocokkan grade dengan beban desain. Untuk woven, angka yang menentukan adalah kuat tarik (12 kN/m, 25 kN/m). Untuk non woven, GSM dan ukuran pori, plus kelas survivability. Kirim aplikasinya dan kami rekomendasikan grade serta suplai roll yang cocok.
Tanya jawab
Mana yang lebih kuat, geotextile woven atau non woven?
Woven punya kuat tarik lebih tinggi dan dipakai untuk perkuatan; non woven lebih lemah dalam tarikan tapi jauh lebih baik untuk filtrasi dan drainase. Keduanya tidak bisa ditukar — pilih menurut fungsi.
Bisakah pakai geotextile non woven di bawah geomembran?
Bisa. Bantalan geotextile non woven melindungi geomembran dari batu subgrade dan merupakan lapis proteksi standar di bawah liner HDPE.
Produk terkait
Lihat Geotextile Non Woven (Nonwoven Geotextile)Butuh penawaran atau pemeriksaan spesifikasi?
Beri tahu kami aplikasi dan kuantitas Anda — tim kami yang berbahasa Inggris membalas dalam satu hari kerja.